Minggu, 31 Mei 2015

Cara Membuat Kalkulator Sederhana dengan Bahasa Pemograman C

Membuat Kalkulator Sederhana dengan Bahasa Pemrograman C

hallow... sudah lama tidak berjumpa di artikel belajar bahasa pemrograman C. Kami mohon maaf atas keterlambatan penulisan ini, karena satu dan lain hal. Oke kali ini kita akan belajar berasama tentang bagaimana membuat kalkulator dengan bahasa pemorgraman C. Apa saja yang kita butuhkan dalam membuat kalkulator???... Tentu hal pertama yang kita butuhkan adalah pengetahuan tentang dasar matematika, penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, dan tentu pengetahuan tentang bahas pemrograman C yang sudah kita bahas sebelum-sebelumnya. Yuks mari sama-sama kita bahas tentang kalkulator pada bahasa pemrograman C.

Pertama mari kita buat tanpa menggunakan input (scanf) terlebih dahulu, berikut contoh source-codenya:
#include <stdio.h>
#include <string.h>

int main() {
    float hasil;
    int a, b, c, i;
    char operator[4];
    
    a = 4; // angka pertama
    b = 5; // angka kedua
    c = 2; // operator

    // baris untuk memasukan perintah input
    
    switch(c) {
        case 1: // tambah
            hasil = a + b;
            strcpy(operator, "+");
            break;
        case 2: // kurang
            hasil = a - b;
            strcpy(operator, "-");
            break;
        case 3: // kali
            hasil = a * b;
            strcpy(operator, "*");
            break;
        case 4: // bagi
            hasil = 1.0 * a / b;
            strcpy(operator, "/");
            break;
        case 5: // pangkat
            hasil = 1;
            for(i=0; i<b; i++) {
                hasil = hasil * a;
            }
            strcpy(operator, "^");
            break;
        default:
            hasil = 0;
            strcpy(operator, "0");
            break;
    }

    if (strcmp(operator, "0") != 0) {
        printf("\n\n%d %s %d = %.2f\n\n", a, operator, b, hasil);
    } else {
        printf("\n\nmaaf operator aritmatika yang anda pilih tidak terdeteksi\n\n");
    }
    
    return 0;
}
Coba dijalankan jika perintah berhasil dijalankan dan menghasilkan seperti pada hasil berikut, berarti kita bisa lanjut dengan menambahkan perintah input.
4 - 5 = -1
Oks mari kita lanjut ke step berikut dengan menambahkan 3 inputan, yaitu untuk inputan angka pertama dan kedua, kemudian inputan operator yang ingin digunakan. berikut penggalan sourcecodenya.
    printf("\n\nSilahkan masukan angka pertama, \n");
    printf("disusul dengan angka kedua, \n");
    printf("kemudian operator sesuai dengan keterangan berikut\n");
    printf("   - 1 = penambahan\n");
    printf("   - 2 = pengurangan\n");
    printf("   - 3 = perkalian\n");
    printf("   - 4 = pembagian\n");
    printf("   - 5 = pemangkatan\n");

    scanf("%d", &a);
    scanf("%d", &b);
    scanf("%d", &c);
jika digabung dengan sourcode diatas maka akan menjadi :
#include <stdio.h>
#include <string.h>

int main() {
    float hasil;
    int a, b, c, i;
    char operator[4]; // penanda operator
    
    // baris untuk memasukan perintah input
    printf("\n\nSilahkan masukan angka pertama, \n");
    printf("disusul dengan angka kedua, \n");
    printf("kemudian operator sesuai dengan keterangan berikut\n");
    printf("   - 1 = penambahan\n");
    printf("   - 2 = pengurangan\n");
    printf("   - 3 = perkalian\n");
    printf("   - 4 = pembagian\n");
    printf("   - 5 = pemangkatan\n");

    scanf("%d", &a); // input angka pertama
    scanf("%d", &b); // input angka kedua
    scanf("%d", &c); // input operator
    
    switch(c) {
        case 1: // tambah
            hasil = a + b;
            strcpy(operator, "+");
            break;
        case 2: // kurang
            hasil = a - b;
            strcpy(operator, "-");
            break;
        case 3: // kali
            hasil = a * b;
            strcpy(operator, "*");
            break;
        case 4: // bagi
            hasil = 1.0 * a / b;
            strcpy(operator, "/");
            break;
        case 5: // pangkat
            hasil = 1;
            for(i=0; i<b; i++) {
                hasil = hasil * a;
            }
            strcpy(operator, "^");
            break;
        default:
            hasil = 0;
            strcpy(operator, "0");
            break;
    }

    if (strcmp(operator, "0") != 0) {
        printf("\n\n%d %s %d = %.2f\n\n", a, operator, b, hasil);
    } else {
        printf("\n\nmaaf operator aritmatika yang anda pilih tidak terdeteksi\n\n");
    }
    
    return 0;
}
Coba dijalankan jika berhasil, Selamat anda sudah berhasil membuat kalkulator sederhana, artikel berikutnya kita akan membahas bersama tentang fungsi dan prosedur. So take care, and keep learning.

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat...

Pengertian Array

Pengertian Array Dan Contoh Programnya


Sebelum nya saya akan sedikit membahas konsep dasar dari array.Program yang kompleks memerlukan banyak variabel sebagai inputannya. Kita bisa saja mendeklarasikan variabel–variable tersebut satu persatu sesuai dengan jumlah yang kita butuhkan.

Misalkan kita memiliki tiga data yang berbeda dan kita simpan dalam variabel yang berbeda.
int number1;
int number2;
int number3;
number1 = 1;
number2 = 2;
number3 = 3;
etc..............

Bagaimana jika terdapat banyak data yang berbeda yang memiliki tujuan yang sama, dan bagaimana cara menyimpannya.Sebuah variabel array adalah sejumlah variabel berbeda dengan nama yang sama tetapi memiliki nomor indeks yang unik untuk membedakan setiap variabel tersebut. Gambaran tentang konsep array seperti strukur data berikut ini:


Penjelasan:

-Indeks adalah sebuah angka yang menyatakan urutan sebuah elemen pada suatu variabel array

- Nomor indeks variabel array selalu dimulai dari 0 (nol), sehingga nomor indeks bagi elemen terakhir sebesar (N-1), dimana N adalah jumlah total elemen.

- Untuk mengakses dapat dilakkan setiap elemen dalam variabel array dengan mengacu pada nomor indeksnya.

Array 1 Dimensi

Array 1 dimensi adalah array yang deretan nilainya adalah linier dan squensial, atau sering disebut sebagai representasi data bentuk row atau 1 dimensi.


Terdapat 3 langkah untuk membuat array:

*Mendeklarasikan variabel array
Contoh :
int [ ] angka;
“ Variabel angka kita deklarasikan sebagai variabel array dimana setiap elemennya akan menyimpan data bertipe int ”.

*Memcreate array beserta ukurannya.
Contoh :
angka = new int[5];
int[] angka = new int[5];
“Berarti kita memesan 5 elemen untuk variabel angka dan array adalah sebuah object, maka
create array dengan operator new.”

*Memberikan sebuah nilai pada setiap element array.
Contoh :
int[ ] angka = {5, 3, 23, 99, 2};
int scores = new int[3];
scores[0] = 75;
scores[1] = 80;
scores[2] = 100;

Contoh Program Array 1 Dimensi
import java.io.*;
public class ContohArray1{
public static void main(String[] args)
{
try{
int[] angka = new int[5];
System.out.println("Masukkan 5 Data");
System.out.println("===============");
BufferedReader in = new BufferedReader(new InputStreamReader (System.in));
for (int i=0;i<angka.length;i++)
{
System.out.print("Masukkan Data Ke-"+(i+1)+" : ");
angka [i] = Integer.parseInt(in.readLine());
}
System.out.println("\nData Yang Ada Di Array :");
System.out.println("===============");
for (int i=0;i<angka.length;i++)
{
System.out.println("Data Ke-"+(i+1)+" : "+angka[i]);
}
}
catch(Exception e) {
System.out.println("Error");
}
}
}

Penjelasan :

* Pada baris source int[ ] angka = new int[5] ,kita mendeklarasikan array dengan nama angka yang mempunyai 5 elemen.

* Fungsi length, digunakan untuk mengetahui banyaknya elemen dari suatu array.

* angka[i] = Integer.parseInt(in.readLine()), instruksi untuk memasukkan angka yang kita masukkan ke dalam elemen array.

Hasil
Contoh Program Array 1 Dimensi

Array 2 Dimensi

Bentuk umum pendeklarasian variabel array dua dimensi di Java adalah:

tipeData[ ][ ] nama_variabel[=new tipeData[jumlah_baris] [jumlah_kolom]];

variabel array 2 dimensi
N adalah nilai yang menyatakan jumlah baris dari array, sedangkan M menyatakan jumlah kolom dari array.

Contoh Program Array 2 Dimensi


public class ArrayDuaDimensi {
public static void main(String [] args)

{
int TwoDarray[][]=new int[0][0];
int k=0;
for (int i=0; i<5; i++)
{
for(int j=0; j<4; j++)
{
System.out.print(+i+","+j);
}
System.out.print("");
}
}
}


Hasil
Program Array 2 Dimensi

Kamis, 28 Mei 2015

Jenis - Jenis Jaringan

JENIS JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN JARAK



Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu;
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstationdalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
Jenis Jaringan
Jarak antarprocessor
Letak processor di tempat sama
Local Area Network
10 m
Ruangan
100 m
Gedung
1000 m
Kampus

2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
Jenis Jaringan
Jarak antarprocessor
Letak processor di tempat sama
Metropolitan Area Network
10 km
Kota/provinsi


3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
Jenis Jaringan
Jarak antarprocessor
Letak processor di tempat sama
Wide Area Network
100 km
Negara
1000 km
Benua

4. Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

5. Jaringan Tanpa Kabel
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

enis-jenis Kompuer Jaringan di bagi berdasarkan kriteria : 

Untuk bahasal ini akan membahas Jenis Komputer Jaringan berdasarkan media transmisi data. Berdasarkan media transmisi data dibedakan menjadi:

• Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan. 

• Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Jaringan komputer Peer to Peer
   Jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara client dan server. Dalam pemasangan Jaringan Peer to Peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP. Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang terhubung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya secara langsung tanpa perantara. Bukan hanya komunikasi langsung tetapi juga sumber daya komputer dapat digunakan oleh komputer lainnya tanpa ada pengendali dan pembagian hak akses.

    Setiap komputer dalam jaringan Peer to Peer mampu berdiri sendiri sekalipun komputer yang tidak bekerja atau beroperasi. Masing-masing Komputer tidak terikat dan tidak tergantung pada komputer lainnya. Komputer yang digunakan pun bisa beragam dan tidak harus setara, karena fungsi komputer dan keamanannya diatur dan dikelola sendiri oleh masing-masing komputer.
Tipe jaringan ini cocok digunakan untuk membangun jaringan komputer skala kecil seperti di rumah, di dalam sebuah ruangan kerja, lab komputer sekolah dan lain-lain. Peer to Peer ini umumnya dipakai dalam membangun jaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau bagi pakai penggunaan hardware dan software, karena pada tipe ini biasanya tidak memerlukan pengaturan keamanan dan kendali antara masing-masing komputer.

    Gambar / skema jaringan Peer to Peer.
Beberapa hal dari jaringan Peer to Peer ini adalah :

• tidak perlu spesifikasi yang setara untuk setiap komputer (bisa beragam)
• biasanya tidak ada komputer pusat yang dijadikan sentral jaringan
• biasanya juga tidak ada kontrol atau kendali terhadap pengaturan keamanan jaringan
• tidak memerlukan Operating System khusus seperti untuk server
• jika ada 1 atau lebih komputer yang rusak atau tidak bekerja, komputer lain tetap dapat berfungsi normal.

Sebagai catatan untuk membuat jaringan komputer peer to peer kabel UTP yang dibuat harus dengan Crossover / Crossline karena jika menggunakan Straight Through kabel LAN dianggap tidak terkoneksi (a network cable is unplugged) kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang anda gunakan sudah support dengan straight through.

Keunggulan :
  • Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti : harddisk,drive,fax/modem,printer.
  • Biaya operasional relatif lebih murah dibanding dengan tipe jaringan client-server,salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
  • Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server, Sehingga bila salah satu komputer mati atau rusak,jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan :
  • Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit,karena pada jaringan tipe ini setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada.Di jaringan client-server komunikasi adalah antara server dengan workstation.
  • Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server,karena setiap komputer /peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
    Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
    Karena data jaringan tersebar dimasing-masing komputer dalam jaringan,maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.


 Jaringan komputer Client-Server
     komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
 Keunggulan :
  • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
  • Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
  • Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan :
  • Biaya operasional relatif lebih mahal.
  • Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
  • Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu

Ingat Waktu Coy

Comment

handapeunpost